News

PBB Minta Rusia dan AS Dialog Lagi soal Pengurangan Senjata Nuklir

PBB/New York (KABARIN) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada Rusia dan Amerika Serikat untuk kembali berunding guna mencapai kesepakatan pengurangan dan pembatasan senjata nuklir di tengah berakhirnya perjanjian New START.

"Dunia saat ini menaruh harapan terhadap Federasi Rusia dan Amerika Serikat untuk menerjemahkan kata-kata menjadi tindakan," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Saya mendesak kedua negara untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti sehingga mengembalikan batasan yang dapat diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan bersama kita," imbuhnya.

Sebelumnya pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Rusia berpegang pada posisi bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) tidak lagi terikat oleh kewajiban dan deklarasi simetris apa pun setelah berakhirnya perjanjian tersebut.

Pada September, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia siap untuk terus mematuhi pembatasan yang ditentukan dalam Perjanjian New START selama satu tahun setelah 5 Februari 2026.

Dia menjelaskan bahwa langkah-langkah untuk mematuhi pembatasan dalam perjanjian itu akan efektif jika AS melakukan hal serupa. Sementara, Presiden AS Donald Trump menyebut usulan Putin sebagai ide yang bagus.

Penerjemah: Katriana
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: